Compusician
Rabu, 30 Januari 2013
Jumat, 08 Juni 2012
Notasi Drum Pada Software Sibelius
Sobat-sobat semuanya……, halaman ini adalah tempat untuk saling bertukar pengalaman tentang musik digital. Jadikanlah halaman blog ini sebagai media informasi, diskusi, tanya jawab dan lain sebagainya seputar produksi musik melalui komputer. Mudah-mudahan melalui forum ini wawasan kita tentang musik digital dapat bertambah.
MENULIS NOTASI DRUM DENGAN MENGGUNAKAN SIBELIUS
Topik tulisan ini berawal dari seorang teman yang bertanya melalui SMS. Pertanyaannya sangat sederhana, kira-kira begini… maz.. , untuk menulis drum set, bagaimana caranya? Soalnya tulisan drum masih berupa not balok. Kalau dibunyikan tidak ada cymbalnya?
Dengan susah payah, saya mengetik jawabanya melalui handphone, akan tetapi Ia tetap saja tidak “ngeh” alias gak mudeng. Akhirnya saya putuskan dan bilang pada Dia bahwa kalau ada waktu coba temui saya. Hal itu saya tawarkan oleh karena saya pun penasaran, sebenarnya siapa Dia? Dalam handphone saya nomornya tak terdaftar.
Selama tiga hari saya tunggu-tunggu, tidak ada yang nongol dan bertanya tentang hal di atas. Saya merasa kasihan, mungkin sampai sekarang Ia masih belum punya solusi atas masalahnya. Akhirnya saya tulis saja jawabannya melalui blog ini, mudah-mudahan Ia sempat membacanya dan mungkin saja ada orang lain membutuhkan informasi ini. Semoga bermanfaat…..
Untuk membahas persoalan notasi drum pada software Sibelius 5, ada lima bagian yang mesti saya jelaskan:
• Menulis dengan menggunakan keyboard computer
• Menulis dengan menggunakan keyboard controller
• Mengimport melalui data midi
• Menggunakan Plug In Sibelius
• Mengcapture ideas yang terdapat pada software Sibelius
1. Menulis Dengan Menggunakan Keyboard Computer
Perlu anda ketahui bahwa untuk memasukan not-not pada program Sibelius, anda tinggal menekan tombol keyboard berdasar dari not apa yang akan ditulis. Misalkan anda ingin memasukan not A, maka tekanlah tombol huruf A dan seterusnya. Sedangkan untuk mengatur tentang durasi, accidental, tremolo dan lain sebagainya berada pada tombol keypad sebelah kanan keyboard anda (untuk laptop kayanya agak susah, kecuali anda punya keypad eksternal, jika anda menggunakan laptop pengaturan tersebut dapat menggunakan mouse).
Tindakan awal yang harus anda lakukan untuk memasukan not adalah dengan meng-klik bar, di mana anda akan menulis not tersebut. Sehingga muncul garis membentuk kotak berwarna biru pada bar tersebut.
Lihat gambar di bawah ini.
Setelah muncul seperti di atas barulah kemudian anda bisa memasukan not. Untuk menaikan atau menurunkan nada tekan tombol panah naik turun, sedangkan jika ingin melangkah atau memilih setiap not yang anda tulis tekan tombol panah kiri kanan.
Jika anda ingin memasukan not pada tempat lain (meloncat ke bar lain) atau ingin memasukan simbol-simbol lainnya, tekan Escape (Esc) pada keyboard anda agar lepas dari posisi menulis.
Sistem penempatan not pada program Sibelus berbeda dengan sistem penempatan not pada general midi (tentang sistem midi akan dibahas kemudian). Urutan bunyi yang akan terdengar berdasar pada letak serta nomor not head yang digunakan. Untuk mengetahui hal tersebut, klik bar drum set seperti mau menulis, lalu klik menu house style>Edit Instrument akan muncul seperti gambar di bawah ini.
Pastikan bahwa pada kolom ketiga terhubung ke drumset, lalu pada kolom ke empat tekan edit instrumen>klik Yes, maka akan muncul seperti gambar berikut ini.
Klik Edit Staff Type, barulah kita akan mengetahui detailnya. Lihat gambar berikut ini.
Untuk mengetahui semua not yang
berfungsi, geser slider ke arah kanan atau kiri dan jika ingin mendengar
bunyinya klik not yang terdapat pada paranada tersebut.
Dengan demikian, masalah dari
pertanyaan teman di atas adalah Ia tidak mengubah not head-nya.
Not head defaultnya menggunakan not head no. 0, jika ingin menggunakan suara
cymbal anda harus menggunakan not head no. 1 dan berada pada letak pitch
not seperti gambar berikut ini.
Silahkan anda coba mencari
sendiri letak not dan bentuk not head serta relasi bunyinya.
Bersambuuung………
****************************************************************************************
Minggu, 29 Agustus 2010
Nuendo - Media Production System
The Last One Hero Dengan semakin canggihnya teknologi komputer dalam bidang recording khususnya, tak heran jika sekarang ini para musisi lebih memilih menggunakan perangkat digital untuk memproses sebuah karya musiknya, karena bisa hemat uang, tempat, waktu, dan "kadang-kadang" menghasilkan kualitas lebih baik, bertaburanlah software-software untuk recording yg mempunyai keunggulan masing-masing seperti sonar,cubase,nuendo,ableton,propeller record (walaupun banyak beredar bajakannya hahahaa), dan masih banyak.
dengan di dukung equipment komputer yg lumayan memadai seperti tentu saja perangkat komputer, souncard eksternal (internal jga ada yg lumayan),microphone,midi controller,alat musik : gitar,bass,speaker stereo,headphones.
walaupun dengan equipment yg cukup minimalis yg di sebutkan di atas menurut pengalaman pribadi dapat memproduksi sendiri musik yg kita inginkan (lumayan lah buat sample2 hehehehe)
dan tak lupa perangkat lunak untuk mendukung proses recording tersebut ada pilihan seperti yg di sebut di atas yaitu sonar,cubase,nuendo,ableton,propeller record dan untuk menghemat duit juga pasti tmen-temen yg menggeluti home recording kebanyakan tidak mempunyai drum set sungguhan:D, dan sekrng ini bermunculan software pendukung berbentuk midi seperti Addictive Drum,BFD,EZ Drummer,Superior Drummer.yang kalau di dengar hasilnya lumayan mirip dengan drum sungguhan tergantung kita mengolahnya,
bagi yang tidak mempunyai efek gitar atau ampli gitar.tersedia juga simulator ampli seperti Guitar Rig,Amplitube,Gearbox,POD Farm,dan masih banyak yang kita tidak ketahui:D
Jadi sekrng ini sebenarnya kita semakin di mudahkan saja oleh teknologi yang berkembang ,tinggal memilih perangkat lunak apa yang mau di pakai, tentu saja masing-masing mempunyai keungulan tersendiri,tergantung selera hehehehe
Prosedur Teknis Recording
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.
Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing.
Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi.
Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan musik Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir.
dengan di dukung equipment komputer yg lumayan memadai seperti tentu saja perangkat komputer, souncard eksternal (internal jga ada yg lumayan),microphone,midi controller,alat musik : gitar,bass,speaker stereo,headphones.
walaupun dengan equipment yg cukup minimalis yg di sebutkan di atas menurut pengalaman pribadi dapat memproduksi sendiri musik yg kita inginkan (lumayan lah buat sample2 hehehehe)
dan tak lupa perangkat lunak untuk mendukung proses recording tersebut ada pilihan seperti yg di sebut di atas yaitu sonar,cubase,nuendo,ableton,propeller record dan untuk menghemat duit juga pasti tmen-temen yg menggeluti home recording kebanyakan tidak mempunyai drum set sungguhan:D, dan sekrng ini bermunculan software pendukung berbentuk midi seperti Addictive Drum,BFD,EZ Drummer,Superior Drummer.yang kalau di dengar hasilnya lumayan mirip dengan drum sungguhan tergantung kita mengolahnya,
bagi yang tidak mempunyai efek gitar atau ampli gitar.tersedia juga simulator ampli seperti Guitar Rig,Amplitube,Gearbox,POD Farm,dan masih banyak yang kita tidak ketahui:D
Jadi sekrng ini sebenarnya kita semakin di mudahkan saja oleh teknologi yang berkembang ,tinggal memilih perangkat lunak apa yang mau di pakai, tentu saja masing-masing mempunyai keungulan tersendiri,tergantung selera hehehehe
Prosedur Teknis Recording
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.
Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing.
Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi.
Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan musik Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir.
Langganan:
Komentar (Atom)
