The Last One Hero Dengan semakin canggihnya teknologi komputer dalam bidang recording khususnya, tak heran jika sekarang ini para musisi lebih memilih menggunakan perangkat digital untuk memproses sebuah karya musiknya, karena bisa hemat uang, tempat, waktu, dan "kadang-kadang" menghasilkan kualitas lebih baik, bertaburanlah software-software untuk recording yg mempunyai keunggulan masing-masing seperti sonar,cubase,nuendo,ableton,propeller record (walaupun banyak beredar bajakannya hahahaa), dan masih banyak.
dengan di dukung equipment komputer yg lumayan memadai seperti tentu saja perangkat komputer, souncard eksternal (internal jga ada yg lumayan),microphone,midi controller,alat musik : gitar,bass,speaker stereo,headphones.
walaupun dengan equipment yg cukup minimalis yg di sebutkan di atas menurut pengalaman pribadi dapat memproduksi sendiri musik yg kita inginkan (lumayan lah buat sample2 hehehehe)
dan tak lupa perangkat lunak untuk mendukung proses recording tersebut ada pilihan seperti yg di sebut di atas yaitu sonar,cubase,nuendo,ableton,propeller record dan untuk menghemat duit juga pasti tmen-temen yg menggeluti home recording kebanyakan tidak mempunyai drum set sungguhan:D, dan sekrng ini bermunculan software pendukung berbentuk midi seperti Addictive Drum,BFD,EZ Drummer,Superior Drummer.yang kalau di dengar hasilnya lumayan mirip dengan drum sungguhan tergantung kita mengolahnya,
bagi yang tidak mempunyai efek gitar atau ampli gitar.tersedia juga simulator ampli seperti Guitar Rig,Amplitube,Gearbox,POD Farm,dan masih banyak yang kita tidak ketahui:D
Jadi sekrng ini sebenarnya kita semakin di mudahkan saja oleh teknologi yang berkembang ,tinggal memilih perangkat lunak apa yang mau di pakai, tentu saja masing-masing mempunyai keungulan tersendiri,tergantung selera hehehehe
Prosedur Teknis Recording
1.Merekam suara yang disebut Tracking atau ‘Take’.
Dari sebuah arransemen musik, tentunya ada sekian banyak instrumen yang akan mengiringi sebuah lagu. Satu per satu setiap instrumen direkam dalam track record. Secara teknis adalah dari sumber suara akustik yang diubah menjadi gelombang electric. Sinyalnya diterima oleh recorder. Idealnya sumber suara (source) yang terekam semirip mungkin dengan aslinya. Jika menggunakan komputer, jadilah sinyal tersebut sebagai digital. Tetapi oleh recorder Analog (seperti DAT, realtape) sinyalnya tetap menjadi analog.
2.Hasil tracking yang telah terekam, dilakukan proses Mixing yang meliputi pengaturan volume, gain, balancing.
Dalam teknologi rekaman digital, Anda akan sangat terbantu untuk melakukan editing karena fasilitas dari software audio editing. Pada bagian-bagian tertentu dapat kita copy, delete, mixed, dll layaknya seperti kita menggunakan aplikasi pengolah kata seperti MsWord dan kawan-kawanya.
3.Selanjutnya adalah proses Equalisasi, yakni proses menciptakan karakter sound dengan penguatan ataupun pengurangan frekuensi suara seperti pada Low,Low-Mid,High-Mid-dan High frekuensi.
Proses ini menuntut ketajaman telinga Anda hingga antar frekuensi tidak saling bertabrakan. Seberapa besarkah kemampuan Anda dalam membedakan frekuensi. Sound terekam harus memiliki kejernihan, terang, berkarakter dan tidak pecah. Pastikan bahwa input dari suara yang terekam memiliki ketebalan ( pada step 1 ), sehingga memudahkan kita untuk melakukan equalisi. Contohnya sound cymbals adalah tipis, tetapi terang dan bening. Inilah seorang sound engineer diuji kemampuannya.
Teknik berikutnya adalah pemberian Sound Effect, seperti reverb (efek ruang), delay, Chorus, Compresi, Noise Gate, Limiter, dll. Effect memberikan karakter yang lebih kuat. Sentuhan terakhir ini akan menjadikan musik Anda siap untuk didengarkan, seperti layaknya kita mendengar Compact Disc, Cassette, dll, atau bahkan lebih dramatis.
4.Mastering adalah proses terakhir.
